Diejek karena gak pacaran
Sebagaimana maklum adanya,pacaran bukanlah cara islami
untuk mengenal lawan jenis lebih dekat.Bahkan pacaran banyak mendatangkan
kemaksiatan,dimana dua sejoli yang dimabuk asmara tidak akan bisa lepas dari
saling berkirim salam sayang dan mesra melalui berbagai media
social,berkhalawat,hingga pada akhirnya terjadilah kontak fisik pasangan
muda-mudi yang telah terjebak dalam perangkap setan.
Karenanya,kalau kalian yang
mempunyai prinsip untuk tidak pacaran dicemooh orang lain,dikatakan tidak
laku,tidak gaul,kurang trendi,jadikanlah berbagai cemoohan itu sebagai
motivator agar lebih konsisten memegang prinsip pribadi kamu.Yakinkan pada diri
kamu bahwa pilihan untuk tidak berpacaran merupakan sikap yang akan
mendatangkan rahmat ALLAH,walaupun dianggap ‘aneh’ oleh umumnya kaum muda-mudi.
Berbesar hatilah untuk menjadi
kalangan ghuraba.Ya ghuraba,komunitas
yang dianggap aneh oleh mayoritas manusia karena tidak mengikuti ritme prilaku
mereka.Kalangan ghuraba inilah yang layak mendapatkan ridho ALLAH dan
Rosul-NYA,karena mereka tetap berpegang pada nilai-nilai kebenaran disaat
umumnya manusia memudarkannya.
Sobat muda,bukankah lafadz
‘aktsrunnas’ ( kebanyakan manusia ) dalam Al-qur’an seringkali dikaitkan dengan
‘‘la ya’lamun,la yasykurun,la yu’minun’’
( mereka tidak mengetahui,tidak bersyukur,tidak beriman ) ? ini menunjukan
bahwa seringkali mayoritas manusia mengedepankan hawa nafsunya hingga yang
muncul dari mereka adalah berbagai prilaku negative.salah satunya,pacaran yang
dianggap sebagai satu kewajaran karena hampir setiap orang melakukannya.Relakah
kita tejatu dalam kubangan pacaran demi kenikmatan duniawi sesaat yang dengan
itu ALLAH dan Rasul-NYA murka dengan kita ?
Jika jawabannya ‘’ TIDAK “,maka berbahagialah karena kamu
akan mejadi manusia yang dicintai ALLAH dan Rasul-NYA.Dan jangan lupa,do’akan
teman-teman kamu yang sudah terlajur terpeleset dalam perangkap pacaran agar
mereka insyaf,menyadari keteledoran yang mereka lakukan,hingga mereka bertaubat
kepada ALLAH,al-Ghofur dzat yang Maha Menerima Taubat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar